Tulisan Arab Kullu Nafsin Dzaiqatul Maut

Posted on

Tulisan Arab Kullu Nafsin Dzaiqatul Maut – Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim, kullu nafsin dzaiqotul maut merupakan permulaan dari ayat yang ada dalam Surat Ali Imron ayat 185. Kalimat tersebut juga terdapat dalam surat Al-Ankabut ayat 57.

Ayat tersebut mungkin pernah kita dengar saat kita menghadiri takziah. Kalimat kullu nafsin dzaiqotul maut, merupakan kalimat yang mengingatkan kita pada kematian. Jika diartikan menurut bahasa, maka arti dari kullu nafsin dzaiqotul maut (كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ) mempunyai arti ” setiap yang bernyawa akan merasakan kematian”

Kullu nafsin dzaiqotul maut, setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Dalam petikan ayat ini Allah Swt berjanji bahwa setiap makhluk yang bernyawa akan merasakan kematian.

Sejatinya kita sebagai makhluk yang bernyawa akan merasakan mati, saat ini kita sedang menunggu giliran nyawa kita berpisah dengan badan. Maha Suci Allah dengan segala kesempurnaan-Nya , yang telah menetapkan kematian atas semua makhluk ciptaan-Nya.

Sebagai makhluk hidup yang fana, kita harus menyadari bahwa kematian pasti akan datang kepada kita. Cepat atau lambat kita pasti akan meniggalkan alam dunia ini. Kita tidak bisa menolak kenyataan bahwa manusia pasti akan mati.

Tetapi pada hakikatnya, masih banyak manusia yang melupakan kematian dan mempunyai keinginan untuk hidup selama-lamanya. Kematian adalah sutau kenyataan yang akan datang menjemput manusia dan kita sebagai manusia tidak tahu kapan kematian itu datang kepada kita.

Kalimat kullu nafsin dzaiqotul maut yang ada di dalam Al-Qur’an surat Al-Ankabut ayat 57 dan Surat Ali Imron ayat 185 merupakan kalimat pengingat akan kematian. Kalimat tersebut mengingatkan kita bahwa semua makhluk hidup yangada di dunia ini pasti akan merasakan mati.

Hanya kepada Allah swt lah tempat kita kembali. Semua yang kita miliki dan kita kerjakan di dunia ini tidak akan ada gunanya lagi ketika nyawa kita sudah kembali kepada Sang Khalik.

Kepastian akan kematian tersebut sudah di tegaskan di dalam kalimat kullu nafsin dzaiqatul maut. Tetapi, tahukah kamu bagaimana tulisan Arab dari kalimat kullu nafsin dzaiqotul maut?.

Nah, pada kesempatan kali ini RuangIlmu.co.id akan memberikan tulisan arab dari kullu nafsin dzaiqotul maut beserta dengan dalil dan maknanya. Untuk lebih lengkapnya, mari simak ulasan berikut ini.

Tulisan Arab Kullu Nafsin Dzaiqatul Maut

Tulisan Arab Kullu Nafsin Dzaiqatul Maut

Tulisan Arab Kullu Nafsin Dzaiqatul Maut

Kullu nafsin dzaiqatul maut merupakan petikan dari ayat Al-Qur’an Surat Al-Ankabut ayat 57 dan Surat Ali Imron ayat 185. Berikut ini adalah tulisan Arab beserta latin dan artinya:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ 
Latin: Kullu nafsin dzaiqatul maut
Artinya: Tiap-tiap yang bernyaawa akan merasakan kematian.

Di dalam tafsir Al-Mukhtashar, menjelaskan bahwa makna dari ayat diatas adalah setiap yang bernyawa pasti akan merasakan pahitnya kematian.

Sedangkan dalam tafsir Min Fathil Qadir, menjelaskan bahwa ayat kullu nafsin daziqotul maut, menegaskan bahwa setiap makhluk hidup pasti akan merasakan kematian di mana saja, baik itu di tempat asalnya, tempat singgahnya maupun tempat hijrahnya.

Setiap makhluk yang bernyawa, baik manusia, hewan, tumbuhan dan lain-lain pasti akan menghadapi kondisi yang dinamakan dengan kematian. Kematian merupakan sebuah takdir yang pasti akan datang menjemput setiap yang bernyawa.

Datangnya kematian tidak lah perlu menunggu masa tua. Anak kecil, anak bayi, remaja, orang dewasa, orang lanjut usia bahkan bayi yang belum lahir pun akan di datangi oleh kematian.

Tidak ada satu orang pun yang mengetahui kapan kematian itu datang kepadanya. Kematian datang secara tiba-tiba, tanpa memandang apakah kita sudah siap atau belum untuk menghadapinya. Saat waktu yang telah di tentukan udah tiba maka dia akan datang kepada kita tanpa kita ketahui sebelumya.

Baca Juga :  Tulisan Arab Allahumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad

Dalil Kullu Nafsin Dzaiqatul Maut

Kalimat kulu nafsin dzaiqotul maut, bukanlah hanya sekedar kalimat biasa. Kalimat ini bukanlah kalimat yang berasal dari bahasa Indnesia, tetapi kalimat tersebut berasal dari bahasa Arab bahkan dalam firman Allah yang ada dalam Al-Qur’an.

Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali Imron ayat 185:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُو

Kullu nafsin dżā`iqatul maụt, wa innamā tuwaffauna ujụrakum yaumal-qiyāmah, fa man zuḥziḥa ‘anin-nāri wa udkhilal-jannata fa qad fāz, wa mal-ḥayātud-dun-yā illā matā’ul-gurụr

Artinya : “Setiap jiwa pasti merasakan kematian. Sesungguhnya hanya di hati kiamat pahalamu di sempurnakan. Maka, barang siapa dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dia telah beruntung. Dan tidaklah kehidupan dunia kecuali kesenangan yang menipu.”

Allah juga berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Ankabut ayat 57 :

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Kullu nafsin dżā`iqatul-maụt, ṡumma ilainā turja’ụn
Artinya : Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan

Dari kedua ayat diatas, sesungguhnya Allah telah mengingatkan kita akan kematian dan hanya kepada Allah lah tempat kita kembali. Dan dalam surat Ali Imron ayat 185 Allah menegaskan bahwa dunia hanyalah kesenangan yang menipu manusia.

Makna Kullu Nafsin Dzaiqatul Maut

Kullu nafsin dzaiqotul maut mempunyai beberapa makna yang dapat kita renungkan. Ada tiga hal yang bisa direnungkan yang berkaitan dengan ayat-ayat diatas.

Yaitu yang pertama renungan akan kepastian datangnya kematian, ketidakpastian datangnya kematian dan renungan saat kita mati nanti tidak ada satupun yang kita bawa kecuali amal ibadah kita.

1. Kepastian Datangnya Kematian

Semua orang mengetahui bahwa datangnya kematian itu sudah kepastian atau ketetapan. Setiap makhluk hidup, cepat atau lembat pasti akan di datangi oleh kematian dan akan meninggalkan kehidupan dunia yang fana ini.

Kematian adalah hal yang pasti dan akan datang kepada siapa saja, tanpa memandang status. Ada yang mati saat dalam kandungan, mati ketika baru saja dilahirkan, mati saat bayi, saat anak-anak, saat remaja, saat dewasa dan saat sudah tua.

2. Ketidakpastian Datangnya Waktu Kematian

Meskipun kematian telah pasti kedatangannya, tetapi tidak ada satu orang pun yang mengetahui kapankah kematian itu akan datang menjemputnya. Kehidupan yang saat ini sedang kita nikmati, suatu saat akan direnggut oleh kematian dan kita tidak tahu kapan hal itu datang.

Kapan dan bagaimana cara kematian menjemput kita adalah rahasia tersendiri. Hanya Allah lah yang mengetahui kapan kematian itu akan datang menjemput hamba-Nya

3. Ketika Mati, Hanya Amal Ibadah yang Berguna

Apabila kematian itu telah datang menjemput kita, maka semua hal yang bersifat duniawai akan ditinggalkan. Ketika nyawa sudah berpisah dengan tubuh, maka semua hal yang kita miliki di dunia ini sudah tidak ada gunanya lagi.

Harta yang banyak, istri atau suami dan anak semua akan ditinggalkan begitu saja, tidak ada satupun yang bisa menolongnya. Hanya amal ibadah kita lah yang akan menemani kita di alam kubur.

Untuk itu ada baiknya mulai sekarang kita rajin untuk berbuat baik dan beramal soleh, supaya ada yang menolong kita saat sakaratul maut dan ada yang menemani kita di alam kubur.

Demikianlah penjelasan dari RuangIlmu.co.id tentang Tulisan Arab Kullu Nafsin Dzaiqatul Maut beserta dalil dan maknanya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.